April 3, 2025

Epicpharmacyokc | Akses Kesetiap Obat Kesehatan

Obat yang dapat menyehatkan sangatlah berguna untuk kehidupan yang lebih cerah

Efek Negatif Obat Tramadol: Bahaya dan Risiko

Tramadol adalah obat pereda nyeri yang termasuk dalam golongan opioid sintetis. Obat ini sering diresepkan oleh dokter untuk mengatasi nyeri sedang hingga berat, seperti nyeri pasca operasi, nyeri akibat cedera, atau nyeri kronis pada kondisi medis tertentu seperti arthritis. Tramadol bekerja dengan cara mengubah cara otak merespons rasa sakit, sehingga pengguna merasakan efek pereda nyeri.

Meskipun memiliki manfaat medis, tramadol juga memiliki berbagai rajazeus efek negatif yang berbahaya jika digunakan secara tidak tepat. Penggunaan yang tidak sesuai dosis atau penyalahgunaan obat ini dapat menyebabkan berbagai efek samping ringan hingga serius, termasuk ketergantungan dan overdosis. Artikel ini akan membahas berbagai dampak negatif tramadol yang perlu diwaspadai.

1. Efek Samping Umum Tramadol

Seperti obat-obatan lainnya, tramadol memiliki efek samping yang umum terjadi, terutama pada tahap awal penggunaan atau jika dikonsumsi dalam dosis tinggi. Beberapa efek samping umum yang sering dilaporkan oleh pengguna tramadol meliputi:

  • Mual dan muntah: Tramadol dapat menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan, yang berujung pada rasa mual atau muntah.

  • Pusing dan kantuk: Obat ini dapat menurunkan tingkat kesadaran, menyebabkan kantuk dan pusing yang berbahaya jika seseorang harus mengemudi atau melakukan pekerjaan berat.

  • Sembelit: Seperti opioid lainnya, tramadol dapat memperlambat pergerakan usus, menyebabkan sembelit yang berkepanjangan.

  • Mulut kering: Pengguna sering melaporkan rasa kering di mulut setelah mengonsumsi tramadol.

  • Berkeringat berlebihan: Efek samping ini dapat mengganggu kenyamanan pengguna dalam aktivitas sehari-hari.

Meskipun efek samping ini relatif ringan, penggunaan jangka panjang atau konsumsi dalam dosis tinggi dapat menyebabkan efek yang lebih serius.

2. Risiko Ketergantungan dan Penyalahgunaan

Salah satu efek negatif paling berbahaya dari tramadol adalah potensinya untuk menyebabkan ketergantungan. Meskipun awalnya dianggap sebagai opioid dengan potensi ketergantungan yang lebih rendah dibandingkan morfin atau kodein, penelitian terbaru menunjukkan bahwa tramadol tetap memiliki risiko tinggi untuk menyebabkan kecanduan, terutama jika digunakan tanpa pengawasan medis.

Tramadol bekerja dengan cara meningkatkan kadar serotonin dan norepinefrin di otak, yang dapat menghasilkan efek euforia atau perasaan nyaman berlebihan. Hal ini membuat beberapa orang menyalahgunakan obat ini untuk mendapatkan sensasi tersebut. Penyalahgunaan tramadol dalam jangka panjang dapat menyebabkan ketergantungan fisik dan psikologis, sehingga pengguna merasa sulit untuk berhenti mengonsumsinya.

Tanda-tanda seseorang mengalami ketergantungan tramadol meliputi:

  • Mengonsumsi tramadol dalam dosis yang lebih tinggi dari yang diresepkan.

  • Merasa tidak dapat menjalani hari tanpa tramadol.

  • Mengalami gejala putus obat seperti gelisah, berkeringat, tremor, dan nyeri tubuh saat tidak mengonsumsinya.

  • Berusaha mendapatkan tramadol dengan cara ilegal atau melalui resep palsu.

3. Depresi Pernapasan dan Risiko Overdosis

Seperti opioid lainnya, tramadol dapat menyebabkan depresi pernapasan, yaitu kondisi di mana pernapasan menjadi lambat dan dangkal. Ini adalah efek yang sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kekurangan oksigen dalam tubuh, bahkan kematian.

Risiko depresi pernapasan meningkat jika tramadol dikonsumsi dalam dosis tinggi atau dikombinasikan dengan obat lain yang menekan sistem saraf pusat, seperti alkohol, obat penenang (benzodiazepin), atau obat tidur. Gejala overdosis tramadol yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Napas yang lambat atau berhenti.

  • Kebingungan dan kehilangan kesadaran.

  • Kulit pucat atau kebiruan akibat kekurangan oksigen.

  • Kejang-kejang.

Overdosis tramadol adalah keadaan darurat medis yang memerlukan pertolongan segera. Jika seseorang mengalami gejala di atas setelah mengonsumsi tramadol, segera hubungi layanan medis darurat.

BACA JUGA DISINI: Mengetahui Alasan Memilih Jurusan Farmasi dan Prospek Kariernya

4. Sindrom Serotonin

Tramadol dapat meningkatkan kadar serotonin dalam tubuh. Jika dikombinasikan dengan obat lain yang juga meningkatkan serotonin (seperti antidepresan SSRI atau MAOI), dapat terjadi kondisi berbahaya yang disebut sindrom serotonin.

Sindrom serotonin adalah keadaan medis serius yang ditandai dengan gejala seperti:

  • Detak jantung yang sangat cepat.

  • Tekanan darah tinggi.

  • Demam tinggi dan keringat berlebihan.

  • Kebingungan, agitasi, atau halusinasi.

  • Kejang-kejang dan kehilangan kesadaran.

Kondisi ini dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat, sehingga penting untuk menghindari kombinasi tramadol dengan obat-obatan yang dapat memicu sindrom serotonin.

5. Efek Negatif pada Kesehatan Mental

Penggunaan tramadol dalam jangka panjang dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang. Beberapa efek negatif yang sering muncul meliputi:

  • Depresi dan kecemasan: Ketergantungan tramadol dapat menyebabkan perubahan suasana hati yang ekstrem, termasuk perasaan depresi dan kecemasan berlebihan.

  • Halusinasi dan delusi: Beberapa pengguna tramadol melaporkan mengalami halusinasi atau melihat sesuatu yang tidak nyata.

  • Perubahan perilaku: Pengguna tramadol yang sudah mengalami ketergantungan sering kali mengalami perubahan perilaku, seperti menjadi lebih agresif atau mengalami gangguan kognitif.

Efek samping ini dapat sangat mengganggu kehidupan sehari-hari seseorang, baik dalam hubungan sosial maupun pekerjaan.

6. Risiko Penggunaan pada Ibu Hamil dan Menyusui

Tramadol tidak dianjurkan untuk ibu hamil karena dapat meningkatkan risiko cacat lahir, terutama jika digunakan pada trimester pertama. Selain itu, penggunaan tramadol saat kehamilan dapat menyebabkan sindrom putus obat neonatal pada bayi yang baru lahir, di mana bayi mengalami gejala seperti tremor, kejang, dan gangguan pernapasan.

Bagi ibu menyusui, tramadol juga berisiko karena dapat masuk ke dalam ASI dan menyebabkan efek samping pada bayi, seperti kantuk berlebihan, kesulitan bernapas, atau bahkan kematian mendadak. Oleh karena itu, ibu hamil dan menyusui harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi tramadol.

Share: Facebook Twitter Linkedin

Comments are closed.